AIR MINUM DALAM KEMASAN
Air Minum Dalam Kemasan
Menurut SNI 01-3553-2006, air minum dalam kemasan adalah air baku yang diproses, dikemas, dan aman diminum mencakup air mineral dan air demineral. Air baku merupakan air bersih yang memenuhi persyaratan kualitas air bersih sesuai peraturan yang berlaku. Air mineral merupakan air minum dalam kemasan yang mengandung mineral dalam jumlah tertentu tanpa menambahkan mineral. Air demineral merupakan merupakan air minum dalam kemasan yang diperoleh melalui proses pemurnian seperti destilasi, deionisasi, reverse osmosis dan proses setara.
Proses Pembuatan AMDK
Pada dasarnya Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) diproses melalui 3 tahap yaitu: penyaringan, desinfeksi, dan pengisian. Penyaringan dimaksudkan untuk menghilangkan kotoran dan bau yang terkandung dalam air. Penyaringan yang digunakan adalah penyaringan bertahap dengan menggunakan pasir atau penyaring lain yang lebih efektif, karbon aktif dan mikro filter. Desinfeksi bertujuan untuk menghilangkan sebagian besar mikroba dan membunuh bakteri patogen dalam air. Pengisian merupakan tahap akhir berupa pengemasan air yang telah diproses.
Penampungan air baku dan syarat bak penampung.
Air baku ditampung dalam bak atau tangki penampung (reservoir). Bak tersebut harus dibuat dari bahan yang food grade, harus bebas dari bahan-bahan yang dapat mencemari air. Bila sumber air letaknya jauh dari pabrik, maka air tersebut dapat dialirkan melalui pipa yang food grade atau diangkut menggunakan tangki. Tangki tersebut harus dibuat dari bahan yang food grade dan mudah dibersihkan serta didesinfeksi.
Penyaringan Bertahap
1. Saringan Pasir
Saringan berasal dari pasir atau saringan lain yang efektif dengan fungsi yang sama. Fungsi saringan pasir adalah menyaring partikel-partikel yang kasar. Bahan yang dipakai adalah butir-butir Silica (SiO2) minimal 95%. Ukuran butir-butir yang dipakai tergantung dari mutu kejernihan air yang dinyatakan dalam NTU.
2. Saringan karbon aktif.
Fungsi saringan karbon aktif adalah sebagai penyerap bau, rasa, warna, sisa khlor dan bahan organic. Bahan karbon aktif bisa berasal dari batu bara atau batok kelapa.
3. Mikro filter.
Fungsi mikro filter adalah sebagai saringan halus berukuran maksimal 10 (sepuluh) mikron.
Desinfeksi.
Desinfeksi dimaksudkan untuk membunuh kuman patogen. Proses desinfeksi ini berlangsung dalam tangki pencampur ozon dan selama ozon masih ada dalam kemasan. Kadar ozon pada tangki pencampur maksimal 2 ppm dan residu ozon sesaat setelah pengisian berkisar antara 0,0-0,4 ppm. Pemeriksaan kadar ozon dilakukan secara periodik dan didokumentasikan dalam administrasi perusahaan. Tindakan desinfeksi selain menggunakan ozon, dapat ditambahkan cara lain yang efektif seperti penyinaran Ultra Violet (UV).
Pengisian, Penutupan dan Pengepakan
Pengisian dan penutupan botol atau gelas dilakukan dengan mesin pengisian dan penutup botol atau gelas dalam ruang pengisian yang bersih dan saniter. Suhu dalam ruang pengisian maksimal 25oC.
Pengendalian dan Pengujian Mutu
Pengendalian dan pengujian mutu untuk menjamin tercapainya mutu sesuai SNI AMDK yang berlaku dilakukan dengan cara mengambil 2(dua) sampel pada saat pembotolan dimana 1(satu) sampel diuji pada saat itu dan 1(satu) sampel lainnya diuji pada hari keenam. Adapun parameter yang harus diuji adalah keadaan air (bau, rasa, warna), pH, kekeruhan, cemaran mikroba (angka lempeng total, bakteri bentuk coli, C perfringens, Salmonella).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar