BENCHMARKING
A Hidden Opportunity
Benchmarking adalah sebuah proses mengukur kerja internal organisasi, membandingkan dengan performa terbaik di kelas yang sama dan menganalisa bagaimana meraka mencapai standar tersebut. Informasi tersebut digunakan untuk menyusun target, strategi dan implementasi perusahaan.
Mengapa Kita Perlu Melakukan Benchmarking?
Hal terpenting di proses benchmarking adalah anda bisa menentukan dimana posisi anda sekarang dibandingkan dengan rata-rata perusahaan lain di dalam industry. Apakah posisi saat ini barada di atas rata-rata atau malah sudah ditingggalkan oleh perusahaan lain yang sejenis.
Dengan mengetahui posisi relative terhadap perusahaan sejenis, maka dapat ditentukan strategi apa yang harus diambil sehubungan dengan posisi tersebut. Anda mungkin saja tertinggal oleh perusahaan yang lain dalam hal raw material cost tetapi mungkin juara dalam hal efisiensi tenaga kerja atau produktifitas. Benchmarking akan membantu dalam menentukan bidang mana yang harus diperbaiki dan mana yang harus dipertahankan sebagai competitive advantage, karena untuk bidang itu mungkin perusahaan anda jauranya. Benchmarking juga membantu anda untuk mengetahui dimana posisi pesaing utama sehingga secara objektif bisa saling menimbang-nimbang kekuatan masing-masing.
Benchmarking akan membantu anda dalam mengidentifikasi dimana terdapat potential cost saving dan dapat pula membantu dalam menentukan target performance untuk setiap departemen di perusahaan. Benchmarking juga dapat membantu memonitor kinerja perusahaan selama bertahun-tahun serta kecenderungannya. Apakah perusahaan anda semakin kompetitif atau semakin jauh tertinggal dari rata-rata industry.
Dengan melakukan benchmarking anda akan dapat memahami tren industry yang digeluti dan best practice yang terjadi di dalam dan di luar perusahaan anda. Membandingkan kinerja operasional perusahaan dengan rata-rata industri merupakan proses yang sangat objektif dan meyakinkan bagi seluruh jajaran perusahaan. Seluruh staf akan merasa terpacu karena dinilai secara sangat objektif. Analisa terhadap posisi persaingan menjadi sangat mudah, transparan dan objektif serta tidak memakan waktu.
Hasil analisa dari proses benchmarking akan dengan gamblang menentukan kearah mana seluruh resources harus ducurahkan agar tidak tertinggal oleh pemain lain di dalam industry.
Proses Benchmarking
Secara umum proses benchmarking adalah sebagai berikut:
Planning
Tentukan parameter atau proses apa yang ingin dibandingkan
Tentukan perusahaan pembandingnya
Kumpulkan data yang relevan
Analisa
Tentukan “gap” kinerja antara perusahaan anda saat ini dan kinerja perusahaan pembanding
Proyeksikan tingkat kinerja yang anda inginkan dimasa yang akan datang (tentukan tenggang waktunya)
Integrasi
Komunikasikan hasil perbandingan dan disepakati bersama seluruh jajaran organisasi yang relevan
Tetapkan tujuan dan target dari tiap fungsi dalam organisasi
Action
Buat rencana kerja (action plan)
Lakukan dan monitor perkembangannya
Lakukan perbandingan kembali
Aplikasi
Terapkan business practice yang baru dan telah disempurnakan
Gunakan prosedur yang sama untuk proses bisnis yang lain
Menentukan langkah awal apa yang ingin dibandingkan merupakan hal yang sangat penting dan kadang-kadang mengundang perdebatan di dalam organisasi. Cara terbaik menentukannya adalah dengan berpegang teguh pada hal yang paling bermanfaat bagi konsumen bila proses improvement ini berhasil.
Merubah Paradigma / Value Organisasi
Manfaat lain dari proses benchmarking adalah:
Menanamkan nilai-nilai dalam perusahaan bahwa perbaikan secara terus-menerus merupakan sebuah keharusan untuk mencapai level excellence
Merangsang tumbuhnya kreatifitas organisasi
Meningkatkan sensifitas terhadap terjadinya perubahan lingkungan eksternal
Merubah mental “cepat puas” menjadi sifat untuk selalu haus akan perbaikan
Dapat secara focus mengalokasikan sumberdaya pada peningkatan kerja yang diprioritaskan
Kelemahan Proses Benchmarking
Benchmarking lebih didasarkan pada proses belajar dari orang lain dan bukan pada kreativitas apalagi inovasi. Benchmarking juga tidak dapat menjamin perusahaan anda untuk terus-menerus mendapatkan competitive advantage dari perusahaan sejenis di dalam industry.
Analisa kompetitif merupakan pendekatan yang digunakan oleh banyak organisasi / perusahaan dalam menetapkan target / tujuan dan biasanya dibandingkan denagan perusahaan di laur industry untuk parameter yang umum dimiliki oleh semia jenis industry.
Materi diambil dari FOOD REVIEW INDONESIA vol III No. 12 Desember 2008, 18—19 oleh Suseno Hadi Purnomo
Tidak ada komentar:
Posting Komentar