Omega3 (konsentrat)
Pengertian
Asam lemak n-3 atau yang lebih dikenal dengan nama asam lemak omega3 merupakan kelompok dari asam lemak tak jenuh yang pada rantai karbonya mempunyai ikatan rangkap pada posisi n-3 atau pada C nomor tiga dari gugus metilnya.(Anonimous, 2010).Asam lemak omega3 merupakan asam lemak yang mengandung ikatan rangkap lebih dari satu. Asam lemak omega3 biasa disebut linolenat (18:3n-3) yang biasanya ditemukan dalam kacang kedeali dan minyak biji rami dan didalam kloroplas pada hijau daun. Asam lemak omega3 tidak jenuh lainnya ( PUFA) yang terkandung dakam sintesis spingolipid adalah asan eikosapentanoat/EPA (20:5n-3) dan asam dokosapentanoat/ DHA (22:5n-3) yang dapat ditemukan pada minyak ikan, yang utama pada lemak ikan. (Dewanti, 2006)
Tabel 1. Omega 3 yang ditemukan di alam
| Common Name | Lipid Name | Chemical Name | |
| n/a | 16:3 (n-3) | all-cis-7,10,13-hexadecatrienoic acid | |
| α-Linoleic acid (ALA) | 18:3 (n-3) | all-cis-9,12,15-octadecatrienoic acid | |
| stearidonic aci (SDA) | 18:4 (n-3) | all-cis-6,9,12,15-octadecatetraenoic acid | |
| Eicosatrienoic aci (ETE) | 20:3 (n-3) | all-cis-11,14,17-eicosatrienoic acid | |
| Eicotetraenoic acid | 20;4 (n-3) | all-cis-8,11,14,17-eicosatetraenoic acid | |
| Eicosapentaenoic acid (EPA) | 20:5 (n-3) | all-cis-5,8,11,14,17-eicosapentaenoic acid | |
| Docosapentanoic acid (DPA) Clupanodonic acid | 22:5 (n-3) | all-cis-7,10,13,16,19-docosapentanoic acid | |
| Docosahexaenoic acid (DHA) | 22:6 (n-3) | all-cis-4,7,10,13,16,19-docosahexaenoic acid | |
| Tetracosapentaenoic acid | 24;5 (n-3) | all-cis-9,12,15,18,18,21-tetracosapentaenoic acid | |
| Tetracosahexaenoic acid (Nisinic acid) | 24:6 (n-3) | all-cis-6,9,12,15,18,21-tetracasahexaenoic acid | |
| (Anonimous, 2010) |
Kelebihan asam lemak omega3 EPA dan DHA mempunyai karakter spesial dibanding asam lemak lain adalah:
1. Mempunyai rantai karbon yang paling panjang dan merupakan asam tak jenuh paling banyak yang berarti sebagian besar ikatan merupakan ikatan rangkap
2. Rantai karbonya mempunyai sirat volatil yang lebih rendah dibanding dengan asam lemak yang mempunyai rantai karbon pendek sehingga lebih mudah dipisahkan dengan distilasi, tetapi titik didihnya tinggi. Untuk menghindari dekomposisi disebabkan karena temperatur tinggi, biasanya digunakan destilasi molakular.
Fungsi omega3
Menurut Medina (1995) dalam Rasyid (2010) sejak tahun 1972, asam lemak omega3 telah diakui mempunyai peranan yang penting bagi kesehatan. EPA dapat memperbaiki sistem sirkulasi dan dapat membantui pencegahan penyempitan dan pengerasan pembuluh darah ( atherosclerosis) dan penggumpalan keping darah (trombosis). Akhit-akhir ini penelitian terhadap sisitem syaraf pusat menunjukkan bahwa DHA penting bagi perkembangan manusia sejak awal. Pada masa bayi, DHA memiliki konsentrasi yang sangat tinggi dalam otak dan jaringan retina. Dha terakumulasi sejak janin dan kehidupan bayi. Defisiensi DHA dalam diet dapat menimbulkan ketidak normalan yang kemungkinan tidak dapat dipulihkan.
Menurut Moneysmith (2003) dalam Irianti (2007) EPA dan DHA menyediakan perlindungan terhadap berbagai keadaan, yaitu meliputi peredaran darah, emosional, kekebalan, dan sistem syaraf. Peradangan seperti rematik, radang sendi, asma, sklerosis ganda, kanker payudara, skizofenia, depresi, dan sejumlah penyakit ringan memberikan respon terhadap penggunaan minyak ikan. Omega-3 juga dapat mencegah pengerasan arteri, menurunkan kadar trigliserida, dan juga mengurangi kekentalan yang menyebabkan penggumpalan platelet dalam darah.
Aplikasi konsentrat omega3
Konsentrat omega3 banyak dimanfaatkan sebagai suplement. Banyak sekali macam suplement omega3 yang beredar dipasaran baik jenis sumber omega3nya, merek maupun bentuknya. Sebagian besar konsentrat omega3 dikemas dalam bentuk softgel dan kapsul. Menurut Mustikawati (1998),minyak ikan bersifat rnudah teroksidasi dan bau amis. Hal ini rnenyulitkan aplikasi rninyak dalarn makanan untuk dikonsumsi. Mikroenkapsulasi rnerupakan alternatif usaha untuk mengatasi masalah ini. Salah satu metode mikroenkapsulasi.
DAFTAR PUSTAKA
Anonimous. 2010.Omega3:Consentration Process. Diakses dari http://vitaelinhealthcenter.com/Concentration_Process.aspx pada
Anonimous.2010. Omega3 Fatty Acid. Diakses dari http://wikipedia/omega3_fatty_acid pada
Dewanti, Tri Ir. M.Kes. 2006. Pangan Fungsional Makanan Untuk Kesehatan. Malang: THP FTP UB
Hedrasaputra, Dinas dkk. Optimasi Proses Kristalisasi Urea Pada Pembuatan Konsentrat Lemak Omega3 dari Minyak Hasil Samping Penepungan Ikan Lemuru (Sardinella longiceps) diakses dari http://www.scribd.com
Rasyid, Abdullah. 2010. Isolasi Asam Lemak